All for Joomla All for Webmasters
    • 01 SEP 18
    • 0
    RSUD Kab Jombang Telah Mampu Melakukan Terapi Dengan ESWL (Ekstracorporeal Shock Wave Lithotripsi)

    RSUD Kab Jombang Telah Mampu Melakukan Terapi Dengan ESWL (Ekstracorporeal Shock Wave Lithotripsi)

    Batu ginjal merupakan penyakit gangguan ginjal yang paling banyak terjadi di Indonesia. Batu ginjal tidak boleh dianggap sepele karena akan menyebabkan komplikasi yang akan merusak fungsi ginjal hingga berujung pada gagal ginja Batu ginjal adalah penyakit saluran kemih yang sering terjadi pada usia produktif, yaitu 20-50 tahun. Gejala batu ginjal adalah

    • Nyeri pinggang hebat (kolik) yang menjalar ke perut bagian depan
    • Pegal-pegal/kemeng di pinggang yang hilang timbul
    • Buang air kecil berdarah
    • Buang air kecil berpasir / keluar batu

    Faktor-faktor yang meningkatkan risiko batu ginjal adalah kurangnya asupan cairan, tinggal dan bekerja di daerah panas, asupan kalsium atau garam yang berlebihan, kurang gerak (imobilisasi), obesitas, riwayat batu ginjal sebelumnya, dan asam urat tinggi. ESWL  adalah terapi penghancuran /pemecahan batu ginjal atau batu saluran kemih (ureter) tanpa pembedahan (operasi) dengan menggunakan peralatan yang menghasilkan gelombang kejut (shockwave) sehingga menjadi pecahan halus seperti pasir yang dapat keluar bersamaan air seni. Sekarang ini terapi dengan menggunakan gelombang kejut menjadi metode pengobatan pilihan bagi sebagian besar penderita batu ginjal. ESWL merupakan prosedur noninvasif, karena tidak memerlukan pembedahan atau operasi. Selain itu kelebihan Pengobatan dengan ESWL umumnya lebih aman dan lebih mudah proses pemulihan dari prosedur operasi pembedahan. Terapi menggunakan ESWL saat ini telah tersedia di RSUD Kab Jombang. Setelah  terapi ESWL dilakukan maka pecahan-pecahan batu yang telah dihancurkan tersebut biasanya akan keluar dari ginjal melalui ureter kemudian ke kandung kemih dan keluar saat buang air kecil. Waktu yang dibutuhkan untuk menangani penderita batu ginjal melalui metode ESWL ini pun relatif lebih singkat. Hanya memakan waktu sekitar 45 menit atau satu jam. Hal- hal yang dapat terjadi setelah tindakan dengan ESWL adalah :

    1. Kencing Darah

    Kencing darah biasanya berlangsung selama 1-2 hari pasca terapi. Penderita harus menghubungi dokter apabila :

    1. Kencing darah berlangsung lebih dari 2 hari
    2. Tidak bisa kencing karena saluran tersumbat bekuan darah.
    3. Nyeri Pinggang (Kolik)

    Penanganan pertama adalah minum obat yang telah diberikan oleh dokter. Apabila sakit berlanjut segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat.

    1. Febris (Panas Badan) atau Demam

    Apabila suhu badan meningkat sampai 38,50C atau lebih,lebih-lebih lagi apabila disertai menggigil, segera bawa ke fasilitas kesehatan kesehatan karena hal demikian penderita perlu di lakukan perawatan secara intensif.

    1. Rasa seperti anyang-anyangan

    Keadaan ini biasanya terjadi apabila pecahan batu telah turun dan masuk atau telah masuk ke dalam kandung kemih. Apabila terjadi hal demikian perbanyaklah minum agar batu cepat keluar. Beberapa hal yang harus dikerjakan pasien setelah dilakukan tindakan ESWL

    1. Banyak minum minimal 3 liter, lebih banyak lebih baik.Ini penting untuk untuk menggelontor pecahan batu.
    2. Banyak jalan-jalan atau loncat-loncat agar pecahan batu secepatnya bisa keluar bersama kencing. Sebaiknya setiap kali kencing ditampung atau disaring dengan kain. Pecahan batu dikumpulkan dan disimpan untuk pemeriksaan di laboratorium.
    3. Minum obat yang telah diberikan oleh dokter
    4. Tidur posisi miring ke arah berlawanan,. Misalnya yang ditembak batu ginjal kiri maka saat tidur dianjurkan miring ke arah kanan
    5. Dalam beberapa hari pasca tindakan ESWL harus dibuat pemeriksaan rontgen ulang. Saat pulang sehabis ditembak penderita diberi surat pengantar kontrol ke dokter. Bawalah hasil foto tersebut saat kontrol ke dokter. Penting untuk menentukan keberhasilan tidakan ESWL.

    Leave a reply →

Leave a reply

Cancel reply